Konferensi pendukungWOC

JAKARTA] Hasil konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Untuk Perubahan Iklim yang berlangsung selama dua minggu di Bali, sangat baik dan konkret. Dalam konferensi tersebut dihasilkan 25 keputusan dan yang terbesar adalah Bali Action Plan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, di Jakarta, Selasa (18/12). Rachmat berharap agar pers menyosialisasikan hasil konferensi tersebut ke masyarakat.

Sementara itu, Liana Bratasida, staf ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Lingkungan Global dan Kerja sama Internasional, menyatakan, ada tiga hal yang dicapai di Bali, yaitu peta jalan Bali (Bali road map), kesepakatan terhadap empat agenda yang disusun, dan penetapan time line (target waktu). Dalam peta jalan dikemukakan tentang komitmen pasca 2012, dana adaptasi, alih teknologi, Reducing Emission from Deforestration in Developing Countries (REDD), dan Clean Development Mechanism (CDM).

Berkaitan dengan komitmen pasca 2012, semua negara pihak sadar diperlukan reduksi penurunan emisi global yang lebih besar, yaitu 25-40 persen. Adanya kesepakatan dan komitmen dari negara maju dan berkembang. Negara maju akan membentuk rencana aksi melakukan langkah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang terukur, dilaporkan, serta terverifikasi.

Sementara, negara berkembang akan melakukan mitigasi dalam rangka melakukan pembangunan berkelanjutan melalui bantuan teknologi, peningkatan kapasitas, pendanaan, melalui cara-cara terukur, nyata, serta dapat dilaporkan. Dalam peta jalan Bali, proses penyelesaian, yaitu tahun 2009 dinyatakan sebagai hasil terbesar.

Mengenai dana adaptasi, Liana mengungkapkan, sumber berasal dari dua persen hasil penjualan Certified Emission Reduction (CER) dari proyek CDM. “Dana adaptasi diperkirakan akan sejumlah kurang lebih US$ 1.500 per lima tahun,” ujarnya. Hasil utama dari pokok ini adalah terbentuknya kelembagaan dan ditunjuknya Indonesia sebagai ketua Dewan Adaptasi, serta disepakati elemen-elemen operasional.

Sementara, masalah teknologi transfer yang telah dibahas sejak 10 tahun lalu tapi tidak pernah terjadi ke negara-negara berkembang telah dicapai suatu kesepakatan baru. Ada tiga hal yang dijabarkan. Pertama, adanya peningkatan dari tingkat pembahasan teknis hingga implementasi. Diputuskan, akan dipercepat jalan penyebaran, penggunaan, dan transfer teknologi yang ramah lingkungan. Kedua, peningkatan aksi penyediaan sumber keuangan dan dukungan investasi pada tindakan mitigasi, adaptasi, serta kerja sama teknologi. Ketiga, Global Environment Facility (GEF) sebagai wujud operasional penerapan konvensi akan menyiapkan program strategis untuk peningkatan development (perkembangan), deployment (penyebaran), dan diffusion (pembauran) teknologi.

Soal REDD, semua negara pihak menyepakati akan pentingnya langkah nyata mereduksi emisi dari deforestrasi dan degradasi hutan. Komunitas lokal dan warga asli di sekitar hutan perlu dihargai dan langkah yang dilakukan adalah mengangkat kebutuhan mereka. Hal penting berkaitan dengan REDD adalah dengan dimasukkannya degradasi, deforestrasi, dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dalam mekanisme REDD, serta disetujuinya aktivasi pilot.

Pulau-pulau Kecil Sementara itu, Menko Kesra, Aburizal Bakrie meminta para menteri memperhatikan kondisi pulau-pulau kecil dan lingkungan lautnya. Pemerintah akan mendukung kegiatan untuk pemberdayaan pulau-pulau terpencil dan penyelamatan lingkungan di sektor kelautan.

Hal itu dikemukakan Menko Kesra, di Jakarta, Selasa (18/12) malam, seusai rapat koordinasi berkaitan dengan rencana pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference (WOC), di Manado, Sulawesi Utara, Mei 2009. Aburizal berharap WOC bisa dihadiri banyak negara dan bermanfaat untuk Indonesia dan dunia. Dia juga mendukung pelaksanaan konferensi internasional di daerah lain selain Jakarta dan Bali, sehingga lebih banyak orang asing mengetahui tentang wilayah lain di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan, Indonesia saat ini menjadi perhatian dunia setelah sukses menyelenggarakan Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim di Bali, yang antara lain juga membahas soal penyelamatan terumbu karang. [DMP/S-26]

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 78,706 hits