World Ocean Conference

Bantuan Penyelamatan Terumbu Karang US$33,3 Juta Masih Dalam Proses
Rencana bantuan dana US$33,3 juta dari beberapa negara, lembaga keuangan dan organisasi konservasi internasional untuk pengelolaan terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (CTI) belum bisa direalisasikan karena harus melalui proses.

Direktur Konservasi Taman Laut Nasional, Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan, Yaya Mulyana di Jakarta, Rabu mengatakan, bantuan tersebut baru merupakan komitmen dari dunia untuk mengalokasikan anggaran bagi pengelolaan terumbu karang di CTI.

“Jadi ini belum bisa dicairkan, tapi masih harus melalui proses seperti mengajukan proposal untuk disepakati,” katanya.

Dalam pertemuan tingkat tinggi (SOM) CTI di Bali, Desember 2007 salah satunya menyepakati komitmen dukungan keuangan dari beberapa negara donor dan lembaga dana untuk CTI.

Dana sebesar US$33,3 juta tersebut berasal dari Global Environment Facility (GEF) sebesar US$25 juta , Amerika Serikat US$4,3 juta , dan Bank Pembangunan Asia (ADB) dua juta dolar AS.

Selain itu, dari Australia US$1,4 juta serta US$500 ribu dari The Nature Concervay (TNC), Concervation International (CI) dan World Wilde Fund (WWF) berupa bantuan teknis, fasilitas dan penyaluran hibah.

Negara yang tergabung dalam CTI yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timur Leste (CT-6).

Yaya Mulyana mengatakan, segitiga terumbu karang yang masuk dalam CT-6 mencapai luas 75.000 km2 yang memiliki 500 spesies terumbu karang dan dihuni lebih dari 3000 spesies ikan.

“Keberadaan terumbu karang ini dikenal sebagai Amazon of The Seas karena memiliki keanekaragaman hayati paling kaya di bumi,” katanya.

Terumbu karang di area tersebut merupakan sumber pangan bagi 120 juta penduduknya, tempat pemijahan ikan tuna dan sumber ekonomi regional dengan perkiraan perputaran uang mencapai 2,3 miliar dolar AS per tahun.

Kesepakatan untuk melaksanakan realisasi inisiatif penyelamatan terumbu karang di wilayah segitiga terumbu karang dicapai dalam kegiatan SOM CTI Desember lalu akan ditandatangani secara formal pada saat World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado.

Keberadaan terumbu karang perlu dijaga karena memiliki berbagai fungsi seperti mendukung mata pencaharian alternatif dan keamanan makanan masyarakat di wilayah tersebut, sebagai daya tarik wisatawan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu untuk melindungi masyarakat pesisir dari kerusakan yang disebabkan badai tropik dan tsunami serta sarana masuknya investasi. (*/rsd)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 78,706 hits