pengolahan air kotor 2

Air di Singapura Siap Minum??? Sep 20, ’07 10:22 AM
for everyone

Newater : Tekad Swasembada Air Yang Berbuah Manis

March 16, 2007

 

Agak unik memang jika Singapura yang dikelilingi air, tidak mempunyai sumber air yang mencukupi. Ketergantungan air impor dari Malaysia kini sedikit demi sedikit dikurangi dengan program swasembada air. Melalui penemuan membrane canggih penapis air kotor, Singapura mampu mengolah air limbah rumah tangga menjadi air bersih yang siap minum, yang dikalangan masyarakat kondang dengan sebutan new water. Kompleks pengolahan new water itu diperluas menjadi 4 kompeks pengolahan. Yang terbaru adalah yang diresmikan perdana menteri Singapura Lee Hsien Loong di wilayah Ulu Pandan dan kompleks pengolahan air itu adalah yang terbesar. Perdana menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan, dengan beroperasinya empat kompleks pengolahan, maka Singapura melangkah pasti ke era swasembada air.

Produced using advanced membrane technologies, NEWater allows us to use each drop of water more than once, and so multiply our effective supply of water. It is a key pillar of our efforts to become self-sufficient in water.

Kompleks pengolahan New Water di Ulu Pandan ini untuk pertama kalinya dibangun oleh swasta yakni Keppel Corporation. Perusahaan konglomerat ini telah membenamkan dana 50 juta dollar untuk proyek penelitian dan pengembangan pengolahan air bersih dan efisiensi energi. Dengan beroperasinya kompleks pengolahan air keempat di Ulu Pandan, maka New Water yang diolah dari limbah air rumah tangga itu bakal mampu memenuhi 15 persen kebutuhan air di Singapura pada tahun 2010. Pada tahun itu, perjanjian jual beli air dengan Malaysia yang ditandatangani pada tahun 1961 akan berakhir.

Kompleks pengolahan New Water di Ulu Pandan bukanlah yang terakhir, karena PAMnya Singapura yakni PUB bahkan berencana akan membangun komplek New Water yang kelima di kawasan Changi yang dijangka bakal mulai beropeasi di tahun 2011. Jika kompleks pengolahan New Water yang kelima di Changi selesain dibangun, maka total produksi Newwater bakal mencakup 30 persen dari total kebutuhan air di Singapura pada tahun itu. Seperti yang dikatakan perdana menteri Lee, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan air, kapasitas komplek pengolahan new Water di Kranji dan Bedok akan di perluas.

Jumlah New Water yang dihasilkan Singapura juga telah berniolai ekonomis, karena sebagian besar konsumennya adalah pabrik elektronik dan semi konduktor. Untuk itu, perdana menteri Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan harga New Water bulan bulan depan turun 15 sen menjadi satu dollar per meter kubik. Ini adalah kali kedua harga New Water diturunkan. Perdana menteri mengatakan penuruna tariff New Water adalah karena operasional kompleks pengolahannya sedemikian efisien. Tambahan lagi, turunnya tariff New Water berdampak pada rendahnya biaya operasional berbisnis di Singapura.

Public acceptance of NEWater in Singapore is high. To date, more than 300 companies have taken up NEWater. About 80 of them use NEWater for industrial processes. These firms value NEWater because it is ultra-clean, and have substituted potable water with NEWater.

Hanya sebagian kecil Newater disalurkan ke rumah tangga. Itupun dicampur dengan air impor dari Malaysia dan air yang ditampung di danau danau buatan. Seperti yang dikatakan perdana menteri, sebagian besar konsumen new Water adalah pabrik semi konduktor dan elektronik yang jumlahnya lebih dari 300 perusahaan. Para pengusaha mengaku, Newater ini super bersih. Berkaca pada kesuksesan Singapura mengolah air limbah dan juga melakukan desalinasi air laut, negara ini tengah membenamkan dana juta dollar untuk proyek penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan air. Hingga dengan demikian, teknologi ini tidak hanya ditujukan melepaskan keergantungan impor air dan menciptakan swasembada air didalam negeri, tetapi juga sebagai kendaraan bagi Singapura untuk ikut serta dalam proyek pengolahan air besih di merata dunia ( Budi Setiawan,bsetiawa@mediacorp.com.sg)

http://www.rsi.sg/indonesian/berita/view/20070316210600/1/.html

Singapura Kaji Teknologi Ramah Lingkungan Buat Produksi Air Bersih

June 5, 2007

 

 

Meskipun sumber airnya sangat langka pemerintah Singapura melalui perusahaan listrik dan air minum nya PUB terus berupaya menyediakan air bersih bagi warganya. Caranya adalah dengan menerapkan teknologi yang tepat sehingga meski suatu hari musim kemarau akan berkepanjangan namun Singapura tetap mampu menyediakan pasokan air minum yang bersih dan sehat

Dewasa ini sekitar 20 persen dari penduduk dunia tidak punya akses untuk mendapatkan air bersih yang layak dan aman diminum. Di negara-negara maju perubahan iklim bumi terutama tentang meningkatnya suhu di beberapa bagian bumi menjadi bahan pembicaraan yang serius. Bagaimana pun situasi itu telah memberikan pengaruh besar terhadap sumber-sumber air mereka Di Australia – misalnya – musim kemarau terburuk tengah melanda negara itu.

Untuk itu pihak perusahaan pengelola tenaga listrik dan air Singapura atau PUB akan menerapkan teknologi pengolahan air yang canggih guna menjaga agar pasokan air bersih bagi seluruh warga Singapura tetap lancar. Bahkan meski jumlah penduduk Singapura sudah mencapai 6,5 juta orang di tahun-tahun mendatang dari 4,5 juta yang ada sekarang PUB harus tetap memastikan bahwa tidak ada seorang pun di Singapura yang tidak bisa menikmati air minum yang bersih dan aman.

Direktur bidang teknologi dan kualitas Air dari PUB Harry Seah menjelaskan upaya yang dilaksanakan oleh lembaganya

The key is right technology, efficiency and everything. That’s why in R&D when we’re doing, we’re very focusing if you break down to fundamentals, three areas- energy, when we produce a product we minimise waste, and minimise chemicals .

Menurut Harry Seah kata kuncinya adalah teknologi yang tepat dan efisiensi Untuk itu dalam riset dan pengembangan yang dilakukan PUB memusatkan perhatian pada tiga faktor penting di antaranya meminimalkan bahan kimia. Dengan demikian – tegas Harry Seah – meski jumlah penduduk Singapura bertambah PUB akan tetap mampu mensupplai air bersih kepada seluruh warga Singapura.

Pada bulan Maret lalu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan bahwa menjelang tahun 2011 air olahan akan menyumbang 30 persen keperluan air bersih bagi warga Singapura.

Menurut Harry Seah sejalan dengan hal itu Perusahaan Pengelola tenaga listrik dan air minum Singapura atau PUB juga menjajagi upaya lain untuk mengolah air limbah dengan metode yang ramah lingkungan. Ia menjelaskan salah satu cara adalah dengan menerapkan proses anaerobik pada air limbah yakni membagi bahan-bahan organik menjadi beberapa jenis mikro-organisme yang tidak memerlukan atau hanya sedikit memerlukan oksigen

Currently what we’re doing is we’re using this primary clarifier then we go to ration tank where we supply a lot of air into the system so that’s where the energy is, and all pollutants are broken down biologically

Harry Seah menjelaskan hal itu saat berbicara kepada wartawan yang meliput konperensi air internasional di Singapura hari ini(4/6). Kalangan pakar juga berpendapat suhu yang hangat di wilayah Asia justru sangat membantu proses pengolahan air limbah Hasilnya fermentasi air limbah bisa berlangsung lebih cepat dengan biaya yang lebih murah. ( Harry Suhartanto,hsuharta@mediacorp.com.sg )

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 68,456 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.